Setengah hati kubuka mataku yang masih terkantuk-kantuk, kulihat keluar jendela apartemen. Di luar masih gelap gulita. Lampu-lampu gedung bertingkat masih menyala dengan indahnya.Kulihat jam wekerku. Ya ampun..
Waktu menunjukkan pukul 03.25.
"Mami, cucus..Mami, mau cucus," tangisan cheva kini bertambah kencang, tak sabar untuk minum susu..
"Iya, iya..Sabar sayang," ujarku setengah ngantuk,"Tunggu ya Mami bikin dulu."
Dengan langkah gontai, aku menuju dapur yang letakny:a persis di luar pintu kamar.
Maklumlah, tinggal di apartemen type 53m2 :)
Sambil membuat susu, aku berpikir dalam hati,"Kapan putri cantikku ini tidur lelap sepanjang malam, dan aku nggak perlu membuat susu lagi."
Ya, sabar-sabar aja.Dijalani aja semuanya.
Setelah selesai membuat susunya kembali kulangkahkan kakiku menuju kamar,"Cheva, cheva ini susunya."
"Mami pegang..(maksudnya mami yang pegang botol susunya) Mami pegang."
"Lho, lho, Cheva kan udah besar.Cheva pegang botolnya sendiri ya."
Walopun sempat merajuk akhirnya Cheva mau juga memegang botol susunya..
Dan setelah susu selesai diminum, Cheva kembali tidur..
Begitulah kehidupanku setiap subuh..Mungkin sama dengan ibu2 lainnya diluar sana yang memiliki batita..
........
Kriiing...kriiinng...kraaannng..kreeenng..kroongg..
Suara alarm handphoneku secara mengejutkan berbunyi.
Kutengadahkan kepalaku melihat jam..
Ya ampun sudah pukul 05.00..gawatz..kudu cepet2 bangun nih. Ada interview jam 08.30. Memang masih lama, tapi letaknya jauh bener dari rumahku.
Aku tinggal di Cawang Jakarta Timur. Tempat testnya di Lippo Karawaci Tangerang..
Bagaikan Kutub Utara dan Kutub Selatan jauhnya. Pada test pertama kali kesana aku menggunakan bis..Ya ampun, lama banget nyampenya. Sekarang bawa mobil sendiri..
Setelah selesai membuatkan mamaku dan cheva sarapan, memandikan cheva, dan terakhir menyiapkan keperluan test.Berangkatlah aku.
"Mam, titip cheva ya..Testnya selesai sekitar jam 12.30,"ujarku kepada mamaku yang special datang dari Bandung untuk menjaga Cheva selama aku pergi untuk mengikuti test di UPH.
Masih terbayang dalam benakku percakapan kami 2 hari yang lalu via telpon.
*************************
"Mam, hari Selasa nanti Ririn ada test di UPH, apa sebaiknya Ririn nggak ikut aja ya,"ujarku kepada Mama.
"Lho, kenapa nggak ikut? Ini kan kesempatan bagus. Bukannya kamu ingin kembali kerja. Sekarang Cheva juga sudah besar kan,"ujar Mama.
"Iya sih Mam, tapi siapa yang jaga Cheva?"
'Gini aja deh. Mama kan ngajar hari Senin pagi. Senin siang mama akan ke jakarta naik KA.
Terus Selasa sore Mama pulang, karena hari Rabu Mama mesti ngajar lagi."
Oya, Mamaku adalah seorang dosen di sebuah Fakultas Kedokteran Universitas ternama di Bandung.
"Ok deh, Mam..thank u banget yah.Ntar Ririn dan Cheva jemput di St.Jatinegara."
**********************************
Cheva menangis,"Mami..Mami, Cheva ikut Mami."
"Cheva sayang, Mami pergi sebentar test ya.Ntar siang ketemu lagi.Kita main lagi sama-sama ya."
"Mami, nggak mau..Cheva mau ikut."Cheva terus merajuk hendak ikut dan tak mengizinkan aku pergi. Sedih juga hatiku melihatnya. Telah terbiasa bersamanya 24/7 membuatku berat untuk meninggalkannya.
"Sudah, sudah Cheva, kan ada Opung." Mamaku membujuk Cheva.Cheva menoleh kepada Mama dan akhirnya tangisnya mereda.
Kucium kening Cheva dan segera berangkat.Takut macet..
***************************
Sepanjang perjalanan menuju UPH hujan rintik-rintik mengguyur kota Jakarta.
Langit tampak hitam mendung..
Kenapa ya tiap mau test ke UPH selalu hujan, pikirku dalam hati.
Apa ini tanda alam kalau Tuhan nggak setuju aku kesini??
Teringat dalam benakku perkataan suamiku via email 3 hari yang lalu. Email ini merupakan balasan dari emailku yang ngasih tahu kalo aku dipanggil test ke UPH.
From: Riana Magdalena [mailto:r_silitonga2002@yahoo.com]
Sent: Saturday, December 13, 2008 7:57 AM
To: Raymond P H
Subject: Soo what's next??
Sent: Saturday, December 13, 2008 7:57 AM
To: Raymond P H
Subject: Soo what's next??
Hi Cantiq,
Very nice picture at your blog, it's really nice and lovely.. anyway why the picture of Cheva not smile? or She smile like that, we need to change her smile to be like her picture at 2nd birthday .......... orrr She angry because her father is far away from her?? i'm really a stupid father
any way this picture make me feel guilty and want to go home, it's true that i'm stupid to work like this, far away from family... i'm really stupid husband...
please forgive me.........
congratulations on the info for the next test at UPH..
Ri, sebenernya apa sih yang elu cari??
gue kadang nggak ngerti mau elu. Kemarin di email elu nanya pendapat gue apa pergi nggak ke test 1 di UPH?
Bukannya elu bilang nggak mau dan mau fokus cari beasiswa??
Kok sekarang malah pergi ke UPH?
Kadang gue bingung elu maunya apa..
Love u,
Ray..
Iya ya, apa sih yang sebenarnya aku cari..
Apa betul aku mau balik kerja? Apa itu yang sebetulnya aku inginkan.
Pertanyaan ini terus menghantui hati dan pikiranku sepanjang perjalananku ke Karawaci.
Pukul 7.20, tibalah aku di pelataran parkir UPH.
"Thanks God for guiding me here safe and sound." ujarku dalam hati berdoa pada-Nya.
Ini pertama kalinya aku menyetir sendiri kesini, rasanya takjub banget bisa sampai dengan selamat tanpa disertai kemacetan jalanan..
Setelah mengikuti test TOEFL dan psikotest selama 3 jam.
Aku kembali masuk dalam Hyundai Accent hitamku.
Masuk jalan tol Jakarta Merak. Nggak ada kemacetan berarti.Jalanan mulus.
"Apa sih yang kucari?"Kembali pertanyaan itu kembali terbersit di kepalaku.
Menempuh jarak begini jauh, meninggalkan Cheva, membuat Mama Bandung repot datang dari Bandung.
Very nice picture at your blog, it's really nice and lovely.. anyway why the picture of Cheva not smile? or She smile like that, we need to change her smile to be like her picture at 2nd birthday .......... orrr She angry because her father is far away from her?? i'm really a stupid father
any way this picture make me feel guilty and want to go home, it's true that i'm stupid to work like this, far away from family... i'm really stupid husband...
please forgive me.........
congratulations on the info for the next test at UPH..
Ri, sebenernya apa sih yang elu cari??
gue kadang nggak ngerti mau elu. Kemarin di email elu nanya pendapat gue apa pergi nggak ke test 1 di UPH?
Bukannya elu bilang nggak mau dan mau fokus cari beasiswa??
Kok sekarang malah pergi ke UPH?
Kadang gue bingung elu maunya apa..
Love u,
Ray..
Iya ya, apa sih yang sebenarnya aku cari..
Apa betul aku mau balik kerja? Apa itu yang sebetulnya aku inginkan.
Pertanyaan ini terus menghantui hati dan pikiranku sepanjang perjalananku ke Karawaci.
Pukul 7.20, tibalah aku di pelataran parkir UPH.
"Thanks God for guiding me here safe and sound." ujarku dalam hati berdoa pada-Nya.
Ini pertama kalinya aku menyetir sendiri kesini, rasanya takjub banget bisa sampai dengan selamat tanpa disertai kemacetan jalanan..
Setelah mengikuti test TOEFL dan psikotest selama 3 jam.
Aku kembali masuk dalam Hyundai Accent hitamku.
Masuk jalan tol Jakarta Merak. Nggak ada kemacetan berarti.Jalanan mulus.
"Apa sih yang kucari?"Kembali pertanyaan itu kembali terbersit di kepalaku.
Menempuh jarak begini jauh, meninggalkan Cheva, membuat Mama Bandung repot datang dari Bandung.
"Apakah ini benar-benar yang kamu impikan,Riana?"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar